October 2009


Iseng meng-google arti namaku. Siti = wanita, dan Halida = abadi. Berarti arti namaku = wanita abadi? Nama yang redundan kalo dipikir-pikir. Saya kan emang gak ada rencana jadi pria.. 8-)

Gilak ya pejabat Indonesia. Belum apa-apa dah mo naikin gaji aja. Hal pertama yang diurus malah begituan. Najongg… Amit-amit. Terus alasannya karena dibandingkan dengan gaji pejabat tinggi di negara-negara lain gaji pejabat Indonesia jauh lebih rendah. Bandinginnya ma mana tuh? Sama Singapura? Jepang? Jerman? Ya iyyalahh lebih rendah. Gaji karyawan Indonesia juga dibandingin ma gaji karyawan Singapura ya jauh lebih rendah. Kalo ngebandingin tuh sama Zimbabwe kek. Monyong. Bikin alasan yang bagusan dikit napa.
Kalo ampe beneran naik gaji kudoakan duitnya gak berkah. Sukur-sukur rumahnya kemalingan ato kebakar ato hal-hal jelek lainnya dahh.
Cihh kalo dah menyangkut pejabat pemerintahan memang selalu bikin cakap kotor.

Dia baru pertama kali ke terminal itu. Tempat yang ramai, bus dan angkot silih berganti keluar masuk. Calo berteriak-teriak menarik penumpang. Kakinya melangkah cepat, berusaha keluar secepat mungkin dari tempat itu. Setelah lama menunggu, angkot bernomor 37 lewat di depannya dan buru-buru ia naik dan meninggalkan terminal. Hufff lega..
Tiba-tiba terasa ada sesuatu yang menusuk kaki. Refleks dia langsung menunduk, melihat ke bawah bangku. Tidak ada apa-apa. Tapi dia yakin tadi kakinya tertusuk sesuatu yang cukup tajam. Jangan-jangan.. binatang???
Walaupun tidak yakin, dia tetap merasa cemas sehingga memindahkan kakinya. Kedua kaki diluruskan agar menjauh dari kursi. Tindakan yang salah ternyata. Tiba-tiba di ekor matanya dia melihat sebuah moncong kecil tepat di sebelah kaki kanannya, yang menempel dengan dinding belakang angkot. TIKUS!!! Ya, tikus, mancik, nezumi, rat, chui (dan entah apa lagi sebutannya dalam bahasa-bahasa lain), makhluk abu-abu yang identik dengan kotor dan penyakit. Dia langsung menghentakkan kakinya untuk menakuti si tikus. Wanita yang duduk tepat di depannya memandanginya dengan aneh. Dia hanya bisa berbisik, “tikus…” dengan nada terteror. Tetapi wanita itu tidak bereaksi apa-apa, mungkin di rumahnya sudah biasa menjumpai makhluk celaka itu.
Penampakan moncong kecil itu membuat adrenalinnya terpacu dan detak jantung meningkat pesat. Dia langsung siaga satu dengan pandangan terus-menerus menyapu lantai angkot, agar dapat sesegera mungkin mendeteksi kemunculan si tikus. Matanya tertumbuk ke sepatu kedsnya yang berwarna abu-abu. Kenapa tali sepatunya ada tiga?? Ketika dilihat lebih dekat ternyata itu adalah ekor si tikus yang entah bagaimana tanpa sepengetahuannya nongkrong dengan nyamannya di sepatunya. Jeritan tertahan dan hentakan kaki membuat seisi angkot melihat ke arahnya. Dan lagi-lagi dia hanya bisa berkata, “tikus..” tanpa bisa berkata lebih lanjut. Reaksi para penumpang, di luar dugaannya, benar-benar bertolak belakang dengan si wanita autis.
“AAAAAA!!!!! TIKUUSSSS!!!!”
“KYAAA!!”
“AAAA!!!”
“IIIIII!!!!”
Dua orang gadis bahkan langsung bangkit dan berada dalam posisi setengah-berdiri-setengah-duduk sambil terus menjerit-jerit selama kira-kira setengah menit saking paniknya. Dia sendiri, dari panik dan ketakutan, menjadi terkikik sendiri melihat reaksi seisi angkot. Supir angkot, mendengar kehebohan di belakangnya, menghentikan angkot.
“Apa? Ada apa?”
“Tikus bang..!!”
“Ah tikus aja..”(!!)
Jawaban si supir membuatnya tertawa ngakak. Dasar supir gak sopan!!
Sepanjang perjalanan suasana silih berganti tenang-panik (karena si tikus menampakkan dirinya)-tenang-panik sampai kemudian dia sampai di tujuannya.
“Kiri bang!”
Ketika dia melewati penumpang-penumpang lainnya untuk turun, mereka semua menyelamatinya,
“Wah, selamat ya mbak. Mbak udah aman.”
Dia pun tersenyum dan merasa bak juara lomba survival di tengah hutan.
Kalau dipikir-pikir, kenapa para penumpang itu tidak turun saja dan naik angkot yang lain? Ternyata mereka lebih memilih bersama tikus ketimbang membayar 2000 ekstra.. :lol:

Luv this movie. It’s an animation but not the childish type. Exciting, thrilling with interesting story. And one thing I really like from this movie is that it doesn’t have the preachy moment that every single Pixar movie seems to have. The downside is this movie is a bit short, only a little more than an hour but a pleasure to watch nonetheless. Though, keeping in mind that it’s short, I suggest you watch in weekdays since the weekend fare is a bit more expensive and may not seem worth it to some. :D

Usually I’m not bothered by it, tapi entah kenapa kemaren udah sampe ke ubun-ubun. I’m talking about the stupid low-class uneducated men yang kerjanya nyuit-nyuitin setiap cewek yang lewat di depannya. I was walking, minding my own business, when suddenly a stupid ugly (gak tau juga sih jelek apa gak, kulirik pun tidak..) boy (around high-school age I think) ngomong,
“Mau ke mana mbak?”.
Naturally, I didn’t answer, though I had this urge to look for the biggest rock around me. And naturally, of course, he continued his aggravating behavior,
“MBAK!! MBAK!! Mau kemana??!”
“**** off!!” (dalam hati doang)
Melihat gak ada tanggapan, ganti strategi dia,
“Assalamualaikum”
(Siiiinggg…)
“ASSALAMUALAIKUM”
AGGGGHHHH WHY DON’T YOU JUST DROP DEAD!!

supposed to post this yesterday, but slipped my mind saking keasikan donlot komik.. ^^
I’m gonna comment a bit about the uproar over the health minister thing. No, I’m not gonna criticize the new health minister because of her background. Nor am I gonna slam SBY for appointing her. Noo this post is dedicated for condemning the former health minister. Apa maksudnya ngomong-ngomong kayak gitu in a national television?? What was going in her mind? She will not gain anything by badmouthing her successor in front of the whole nation. She will only harm the whole nation because everyone will be doubtful of the successor and it will hinder her in doing her job. If she really has something to say then she should just tell SBY in person instead of saying it in front of everyone. And the ones harmed by this will be?? Indonesian people of course (duh) and the poor ones even more.

Oohhh the last chapter of Nodame is out. Now I can’t wait for the Indonesian edition to finish.. ^^