Pada ngenalin duit ini gak?

Duit limpul
Aku nemu gambar ini waktu iseng buka-buka wiki tentang komodo. Waktu liat, merasa pernah liat tapi gak ngenalin itu gambar apa. Setelah diingat-ingat (dan melihat tulisan Rp 50
) baru ingat. Ya wajar aja lah aku tak ingat. Duit limpul doang. Indonesia gitu loo. Duit limpul mah mana bisa beli apa-apa. Kasian kali komodo, sekalinya dipasang di duit, cuman di duit limpul. Kan jadi kesannya komodo tak dihargai. Padahal mereka kan perlu dilestarikan.. (halah
)
Damn, I just read the news that the one replacing William Petersen in CSI (my favorite tv series of all time) is Laurence Fishburne…..!!!
When I read the news, I was like, “Wait a minute, isn’t that the guy in The Matrix?? The one I really hated though I didn’t know why?? The guy with the gap on his front teeth???!!”. NOOOOOO!!! Why him?? Out of all the actors in Hollywood why did they pick him??? Gaahhh…. This means I will only watch CSI up to episode 9, when Grissom leaves and he comes.
Damn!! There goes the only show on TV worth watching..
I was casually browsing on the amazon, updating my book list and then I saw it…. (drumroll) Inheritance Book 3..!!! YAAAYYY!!! Finally!! after waiting for.. hmm since I can’t remember how long it’s been, it must have been a very very long time (hiperbola mode on
). The book is titled Brisingr and it’s coming out on September 20. Duhh di sini ada gak ya??
Hihh udah dua kali aku beli susu di Korea and both of them taste smell weird. The first one smell of meat. I thought it was because it was on sale (nearing expiry date
). But then I bought another one and this one is even more weird. It smells of egg AND tastes a bit of egg. Ghhhh. And I bought it on normal price..
One thing I notice of the Koreans: they tend to bump to others. They don’t make the slightest effort not to bump. Berhubung aku orangnya paling gak suka bersentuhan sama orang (apalagi yang gak dikenal) I find it very annoying. Apa sih susahnya mengerutkan badan sedikit kalo berpapasan apalagi di tempat rame. Heran.. Soalnya aku pernah baca (di komik sih, jadi gak tau valid ato gak :p ) kalo di kota besar kayak Tokyo ato New York gitu keliatan banget kalo yang orang baru ato bukan orang situ. You can tell they’re new from the way they tend to bump into people since they’re not good at dodging people.
Tapi gak tau juga ya, mungkin ini di Suwon aja. Mungkin kalo di Seoul (yang notabene jauh lebih besar) orangnya jago semua dodging
Tiba-tiba pingin bahas ini. Gara-garanya I stumbled upon a blog (tahapa alamatnya, tak ingat aku :p) yang memaki-maki Malaysia soal angklung dan rasa sayange (dan mungkin ada lagi tapi gak kubaca karena dah malas).
Kebanyakan orang Indonesia membenci Malaysia karena menurut mereka Malaysia “mencuri” milik indonesia. Mengaku-aku sesuatu yang sebetulnya milik Indonesia sebagai milik mereka. Dan sayangnya pers Indonesia tidak berusaha mencari tahu the other side of the story. Mereka justru cenderung “mengompori” orang Indonesia.
Bodoh kali pun..!!! Terus kita marah-marah Malaysia “mencuri” budaya kita untuk apa? Emang kalo M’sia “mencuri” budaya kita does it mean we will lose our culture? I don’t think so. Terus emangnya kita sendiri apa yang telah kita lakukan terhadap item-item budaya itu? Kurasa mayoritas dari kita peduli juga nggak. Kalo dengan diaku Malaysia berarti item budaya itu diperhatikan, dipelihara, dan dilestarikan oleh pemerintah Malaysia bukannya bagus? Toh di Indonesia gak ada yang peduli. Analoginya seorang anak yang ditelantarkan oleh orangtuanya. Bukankah lebih bagus dia dibesarkan oleh orang lain? Meskipun orang itu bukan orangtuanya tapi kalau bisa memberikan kasih sayang dan bimbingan yang diperlukan si anak..?
My point is, orang Indonesia itu nampak kali bodohnya. Punya barang bagus gak pernah sadar. Mesti dicuri dulu baru sadar. Itu pun reaksinya gak guna. Marah-marah doang. Gak ada tindak lanjut. Jangan ditunjukkan kali la bodoh kau tu..
Stupid.. My nation is stupid. Sedih kali pun..
apa yaa.. Actually I have nothing in my mind right now. I just want to post and post and post and post until my fingers can’t move anymore. Because now I have 24h internet connection!!!! YAAYYYY!!!
okaayyy mmm.. Oh, I just saw a news about the new female representation in the DPR/MPR. The new regulation that says all parties participating in the general election must have at least 30% candidates who are female. They say it’s about pemerataan. And I was like, yeah right. Does anyone honestly think that a woman in the DPR thinks more about nasib para wanita than a man does? As if. As if those da*n representatives would actually remember any of their people. I think all members of DPR/MPR are good for nothing.
And because I’m getting mad I’m gonna stop here..
i’m baackk to the wired world :D